All for Joomla All for Webmasters


Sehubungan dengan adanya keterbukaan pasar konstruksi melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun ini, tenaga kerja Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan untuk tetap bersaing. Jurusan Teknik Sipil, Universitas Pancasila bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyelenggarakan Seminar Ketahanan Teknologi Jasa Konstruksi dalam Menghadapi MEA pada tanggal 6 November 2015. 

Saat ini, Indonesia memiliki pangsa pasar yang besar serta memiliki tenaga jasa konstruksi yang mahir dalam bidang konstruksi. Namun demikian, diperlukan adanya perlindungan dari pemerintah Indonesia bagi para pelaku usaha lokal melalui peningkatan sertifikasi dan simplifikasi kebijakan untuk sumber daya manusia dalam negeri.

Foto Bersama Wakil Dekan I sekaligus Moderator (Dr.Ir.A.R.Indra Tjahjani,MT), Ketua Prodi Teknik Sipil (Ir.Akhmad Dofir,MT), Sekretaris Prodi Sipil (Niken Warastuti, ST.MT), Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Ir.Yusid Thoyib, M.Eng.Sc), Dewan Insinyur PII (Dr.Ir Budhi Muliawan Suyitno, IPM), Dewan Pengurus HAKI (Drajat  Hoedajanto, STSi.,M.Eng.,Ph.D), Serta Ketua Pelaksana, dan Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil FTUP.

 

 

 

 

 

 

Foto Bersama Wakil Dekan I sekaligus Moderator (Dr.Ir.A.R.Indra Tjahjani,MT), Ketua Prodi Teknik Sipil (Ir.Akhmad Dofir,MT), Sekretaris Prodi Sipil (Niken Warastuti, ST.MT), dan Mahasiswa Para Panitia dan Peserta Seminar “Ketahanan Teknologi Jasa Konstruksi dalam Menghadapi MEA”.

Back to top